Rabu, Agustus 31, 2016

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
  kali ini saya akan sharing bagaimana caranya agar setelah login hotspot akan rediret ke portal, langsung saja.

A. Pengertian

Redirect Login Hotspot Mikrotik adalah pada saat login hotspot mikrotik halaman yang dituju adalah halaman yang saat itu di jelajahi di browser. Namun disini kita dapat merubah redirect halaman login hotspot menuju alamat website tertentu. Seperti contoh ketika user memasukkan username dan password mikrotik kemudian klik login setelah user login maka akan dibawah ke halaman website tertentu.

B. Latar Belakang
Dalam suatu sekolah biasanya tampilan setelah login hotspot hanya tampilan biasa tetapi saat ini ada suatu portal yang dapat membuat gerbang ke layanan-layanan yang ada di sekolah.

C. Alat kerja
- Laptop
- Mikrotik RB951G
- Terminal

D. Maksud dan tujuan
Membuat login hotspot redirect ke portal.

E. Tahap pelaksanaan kegiatan
1. Pertama kita buka mikrotik lewat browser dengan IP Mikrotik, kemudian download aloginnya di files.
2. Kemudian kita buka alogin nya dengan text editor dan ganti bagian url-nya dengan alamat portal di server kta dan simpan.
Contoh letak portal saya di http://192.168.121.2/CMS/portal


3. Selanjutnya upload file alogin ke mikrotik dengan cara drag dan drop file dari berkas yang telah kita edit tadi ke mikrotik.

4. Setelah itu kita cek dengan login ke hotspot kita.

5 Bisa dilihat login hotspot langsung redirect ke portal kita.

F. Referensi

G. Hasil dan Kesimpulan
Hasilnya setelah login hotspot pasti akan redirect ke portal yang telah kita buat tadi. Jika tidak redirect ke portal pasti ada kesalahan saat mengedit link di file alogin.

Sekian semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Selasa, Agustus 30, 2016

Assalam'ualaikum wr wb...

Hai sobat kali ini saya akan sering tentang iptables di debian router . Langsung saja.

A. IPTABLES

Iptables adalah suatu tools dalam sistem operasi linux yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan filter (penyaringan) terhadap (trafic) lalulintas data. Secara sederhana digambarkan sebagai pengatur lalulintas data. Dengan iptables inilah kita akan mengatur semua lalulintas dalam komputer kita, baik yang masuk ke komputer, keluar dari komputer, ataupun traffic yang sekedar melewati komputer kita. membahas prinsip dasar firewall iptables, mengelola akses internet berdasarkan alamat IP,port aplikasi dan MAC address. Firewall IPTables packet filtering memiliki tiga aturan (policy), yaitu:

- INPUT
Mengatur paket data yang memasuki firewall dari arah intranet maupun internet. kita bisa mengelolakomputer mana saja yang bisa mengakses firewall. misal: hanya komputer IP 192.168.1.100 yang bisa SSHke firewall dan yang lain tidak boleh.

- OUTPUT
Mengatur paket data yang keluar dari firewall ke arah intranet maupun internet. Biasanya output tidak diset,karena bisa membatasi kemampuan firewall itu sendiri.

- FORWARD
Mengatur paket data yang melintasi firewall dari arah internet ke intranet maupun sebaliknya. Policy forward paling banyak dipakai saat ini untuk mengatur koneksi internet berdasarkan port, mac address dan alamat IP Selain aturan (policy) firewall iptables juga mempunyai parameter yang disebut dengan TARGET, yaitu status yang menentukkan koneksi di iptables diizinkan lewat atau tidak. TARGET ada tiga macam yaitu:

a. ACCEPT
Akses diterima dan diizinkan melewati firewall

b. REJECT
Akses ditolak, koneksi dari komputer klien yang melewati firewall langsung terputus, biasanya terdapatpesan “Connection Refused”. Target Reject tidak menghabiskan bandwidth internet karena akses langsung ditolak, hal ini berbeda dengan DROP.

c. DROP
Akses diterima tetapi paket data langsung dibuang oleh kernel, sehingga pengguna tidak mengetahui kalau koneksinya dibatasi oleh firewall, pengguna melihat seakan – akan server yang dihubungi mengalami permasalahan teknis. Pada koneksi internet yang sibuk dengan trafik tinggi Target Drop sebaiknya jangan digunakan.

Berikut ini contoh penggunaan firewall iptables untuk mengelolak akses internet.

Policy INPUT

IP Firewall = 192.168.1.1
IP Administrator = 192.168.1.100
IP Umum = 192.168.1.200

1. Membatasi port number

iptables -A INPUT -i eth1 -s 192.168.1.200 -d 192.168.1.1 -p tcp -dport 22-j REJECT

Contoh di atas melarang komputer klien dengan IP 192.168.1.200 mengakses port 22 (ssh) firewall yang memiliki IP 192.168.1.1

Policy FORWARD

1. Membatasi orang mengakses port aplikasi P2P (Limewire, GnuTella & Bearshare)

iptables -A FORWARD -p tcp -dport 6340:6350 -j REJECT


iptables -A FORWARD -p -dport 6340:6350 -j REJECT

-p tcp (koneksi menggunakan protokol TCP)
-p udp (koneksi menggunakan protokol UDP)
-dport 6340:6350 (melarang akses port 6340 sampai dengan 6350)

2. Membatasi koneksi satu alamat IP

iptables -A FORWARD -s 192.168.1.99 -d 0/0 -j REJECT

-d 0/0 berarti ke semua tujuan

3. Membatasi koneksi berdasarkan range IP

iptables -A FORWARD -m iprange -src-range 192.168.1.100-192.168.1.150 -d 0/0 -j REJECT

4. Membatasi koneksi internet berdasarkan MAC Address

iptables -A FORWARD -m mac -mac-source 00:30:18:AC:14:41 -d 0/0 -j REJECT

B. NAT (Network Address Translation)

Pada bagian ini kita membahas mengenai Network Address Translation, biasa disebut dengan NAT. Fungsi utama dari NAT adalah untuk melakukan translasi alamat dari satu alamat ke alamat IP yang lain, biasanya dipakai pada internet gateway. Selain melakukan translasi alamat IP, iptables juga bisa melakukan NAT alamat Port aplikasi, bisa disebut juga dengan Port Address Translation (PAT). PAT digunakan untuk membangun beberapa server seperti mail, web, database maupun datacenter yang diakses melalui internet hanya dengan satu alamat IP publik.

Tabel NAT

Selain sebagai IP Filtering / Firewall, iptables juga bisa difungsikan untuk translasi alamat, ditandai dengan opsi -t nat pada perintah iptables.

iptables -t nat ..

prinsip dasar NAT di bagi menjadi dua bagian, yang pertama adalah POSTROUTING, yaitu melakukan NAT paket data yang keluar dari firewall, kebanyakan postrouting dipakai untuk translasi alamat IP.

Yang kedua adalah PREROUTING, untuk melakukan NAT paket data yang memasuki firewall, kebanyakan digunakan untuk transparency proxy server dan membangun beberapa server dengan satu IP publik.

1. POSTROUTING
Translasi alamat yang keluar dari firewall, berarti kita melihat paket data yang keluar dari kartu LAN.

iptables -t NAT -A POSTROUTING -o eth0 -s 192.168.1.0/24 -d 0/0 -j SNAT -to 202.154.6.55

iptables -t NAT -A POSTROUTING -o eth0 -s 192.168.1.0/24 -d 0/0 -j MASQUERADE

contoh diatas berarti jaringan subnet 192.168.1.0/24 jika menghubungi web server yang berada di internet dikenali dari IP 202.154.6.55. Target MASQUERADE berarti IP NAT disesuaikan dengan alamat IP kartu LAN eth0, jika IP eth0 dirubah kita tidak perlu merubah settingan iptables.

2. PREROUTING
Translasi alamat yang memasuki kartu jaringan, kita juga bisa membelokkan paket data ke port tertentu untuk membangun server internet hanya dengan satu IP publik.

iptables -t nat -A PREROUTING – eth0 -p tcp -dport 25 -j DNAT -to 192.168.1.20:25

iptables -t nat -A PREROUTING – eth0 -p tcp -dport 110 -j DNAT -to 192.168.1.20:110

iptables -t nat -A PREROUTING – eth0 -p tcp -dport 80 -j DNAT -to 192.168.1.30:80

Pada contoh diatas kita mempunyai 2 server, 192.168.1.20 (mail server) dan 192.168.1.30 (web server). Koneksi dari internet ke port 25 dan 110 secara otomatis diarahkan ke alamat IP 192.168.1.20 (IP Lokal / LAN). Akses port 80 (web server) diarahkan ke IP lokal 192.168.1.30

List NAT

Untuk melihat NAT yang baru saja kita setting menggunakan perintah:

iptables -t nat -L -v

[root@rinocomp]# iptables -t nat -L -v


Chain PREROUTING (policy ACCEPT 1833K packets, 141M bytes)


pkts bytes target prot opt in out source destination 199K 9636K REDIRECT tcp – eth2 any anywhere anywhere tcp dpt:http redir ports 3128

0 0 REDIRECT tcp-eth1 any anywhere anywhere tcp dpt:36 redir ports 10000
0 0 REDIRECT tcp-eth1 any anywhere anywhere tcp dpt:time redir ports 20000

0 0 DNAT tcp-eth1 any anywhere anywhere tcp dpt:33 to:192.168.1.100:22

Menghapus NAT

# iptables -t nat -F

# iptables -t nat -F

Referensi
http://nomer70.blogspot.co.id/2012/07/pengertian-iptables-dan-nat.html
Ebook adm_iptables_praktis.pdf
 

Senin, Agustus 29, 2016

Assalam'ualaikum wr wb.

Hai sobat . kali ini saya akan sering tentang bagaimana konfigurasi pppoe di debian server.


A. Pengertian

Point-to-Point Protocol over Ethernet (PPPoE) adalah protokol jaringan untuk encapsulating PPP frame dalam Ethernet frame. Ternyata tak lama setelah tahun 2000, dalam konteks ledakan dari DSL sebagai solusi untuk paket tunneling melalui koneksi DSL ke ISP 's IP jaringan, dan dari sana ke seluruh internet. Sebuah buku 2005 jaringan mencatat bahwa "Kebanyakan penyedia DSL menggunakan PPPoE, yang menyediakan otentikasi, enkripsi, dan kompresi."  penggunaan Khas PPPoE melibatkan memanfaatkan fasilitas PPP untuk otentikasi pengguna dengan username dan password, didominasi melalui PAP protokol dan kurang sering melalui CHAP.

 

Pada peralatan pelanggan lokal, PPPoE dapat diimplementasikan baik dalam terpadu gerbang perumahan perangkat yang menangani kedua DSL modem dan IP routing yang fungsi atau dalam kasus sederhana modem DSL (tanpa dukungan Routing), PPPoE dapat ditangani di balik itu pada router Ethernet-satunya yang terpisah atau bahkan langsung di komputer pengguna. (Dukungan untuk PPPoE hadir di sebagian besar sistem operasi, mulai dari Windows XP,  GNU / Linux untuk Mac OS X. Baru-baru ini, beberapa GPON berbasis gateway perumahan (bukan-DSL berbasis) juga menggunakan PPPoE, meskipun status PPPoE dalam standar GPON marjinal.

PPPoE dikembangkan oleh UUNET, Redback Networks (sekarang Ericsson) dan RouterWare (sekarang Wind River Systems) dan tersedia sebagai informasi RFC 2516.

Dalam dunia DSL, PPPoE itu umumnya dipahami untuk berjalan di atas ATM (DSL) sebagai transportasi yang mendasari, meskipun tidak ada pembatasan seperti itu tidak ada dalam protokol PPPoE itu sendiri. Skenario penggunaan lain kadang-kadang dibedakan dengan memaku sebagai akhiran transportasi yang mendasari lain. Misalnya, PPPoEoE, ketika transportasi adalah Ethernet sendiri, seperti dalam kasus Metro Ethernet jaringan. (Dalam notasi ini, penggunaan asli dari PPPoE akan dicap PPPoEoA, meskipun tidak harus bingung dengan PPPoA, yang merupakan protokol enkapsulasi yang berbeda.)

PPPoE telah dijelaskan dalam beberapa buku sebagai "lapisan 2,5" protokol, dalam arti sederhana mirip dengan MPLS karena dapat digunakan untuk membedakan yang berbeda IP arus berbagi infrastruktur Ethernet, meskipun kurangnya PPPoE switch membuat keputusan routing berdasarkan PPPoE headers batas penerapan dalam hal itu.

B.Latar belakang
 Jika kita ingin konek ke internet tentu kita perlu akses internet.Biasanya kan kita mengkonfigurasi pppoe di mikrotik nah sekarang kita konfigurasi pppoe di debian router untuk mengantikan akses internet di mikrotik .

C. Alat dan bahan
  • leptop
  • debian server
  •  switc
 D. Maksud dan tujuan
  Untuk menambah  pengetahuan . Bahwa meng konfigurasi bukan hanya di mikrotik saja, di debian router pun kita bisa konfigurasi pppoe.

E. Tahap pelaksanaan.

1. Kita masuk terminal sebagai super user.
2.Kemudian kita install pppoenya terlebih dahulu.#apt-get install pppoe
3.Setelah kita install pppoenya, sekarang kita ketikan perintah
#pppoeconf
Akan muncun seperiti di bawah.
 Tunggu prosess
 Klik yes
 Klik no
 Disini kita disuruh isikan user name.
klik ok
 Mengisikan password
 Klik yes
 klik no
 klik yes
 klik yes
klik ok
F.Referensi
https://en.wikipedia.org/wiki/Point-to-point_protocol_over_Ethernet. 
Sekian dari saya semoga bermanfaat.
Wassalam'ualaikum wr wb.
 
 

Sabtu, Agustus 27, 2016

Assalam'ualaikum wr wb.
 
Kali ini saya akan Sering tentan OSPF di GNS3.Langsung saja.
A. Pengertian

     Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing otomatis (Dynamic Routing) yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan informasi routing antar network mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis. Pada OSPF dikenal sebuah istilah Autonomus System (AS) yaitu sebuah gabungan dari beberapa jaringan yang sifatnya routing dan memiliki kesamaan metode serta policy pengaturan network, yang semuanya dapat dikendalikan oleh network administrator. Dan memang kebanyakan fitur ini diguakan untuk management dalam skala jaringan yang sangat besar. Oleh karena itu untuk mempermudah penambahan informasi routing dan meminimalisir kesalahan distribusi informasi routing, maka OSPF bisa menjadi sebuah solusi.

    OSPF termasuk di dalam kategori IGP (Interior Gateway Protocol) yang memiliki  kemapuan Link-State dan Alogaritma Djikstra yang jauh lebih efisien dibandingkan protokol IGP yang lain. Dalam operasinya OSPF menggunakan protokol sendiri yaitu protokol 89.

Cara Kerja OSPF

Berikut adalah sedikit gambaran mengenai prinsip kerja dari OSPF:


  • Setiap router membuat Link State Packet (LSP)
  • Kemudian LSP didistribusikan ke semua neighbour menggunakan Link State Advertisement (LSA) type 1 dan menentukan DR dan BDR dalam 1 Area.
  • Masing-masing router menghitung jalur terpendek (Shortest Path) ke semua neighbour berdasarkan cost routing.
  • Jika ada perbedaan atau perubahan tabel routing, router akan mengirimkan LSP  ke DR dan BDR melalui alamat multicast 224.0.0.6
  • LSP akan didistribusikan oleh DR ke router neighbour lain dalam 1 area sehingga semua router neighbour akan melakukan perhitungan ulang jalur terpendek.

Konfigurasi OSPF - Backbone Area

OPSF merupakan protokol routing yang menggunakan konsep hirarki routing, dengan kata lain OSPF mampu membagi-bagi jaringan menjadi beberpa tingkatan. Tingakatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan yaitu area.

OSPF memiliki beberapa tipe area diantaranya:

  • Bakcbone - Area 0 (Area ID 0.0.0.0) -> Bertanggung jawab mendistribusikan informasi routing antara non-backbone area. Semua sub-Area HARUS terhubung dengan backbone secara logikal.
  • Standart/Default Area -> Merupakan sub-Area dari Area 0. Area ini menerima LSA intra-area dan inter-area dar ABR yang terhubung dengan area 0 (Backbone area).
  • Stub Area -> Area yang paling "ujung". Area ini tidak menerima advertise external route (digantikan default area).
  • Not So Stubby Area -> Stub Area yang tidak menerima external route (digantikan default route) dari area lain tetapi masih bisa mendapatkan external route dari router yang masih dalam 1 area.


B. Latar Belakang

Dalam mengkoneksikan antar jaringan yang berbeda, kita dapat melakukan Routing untuk menghubungkan jaringan tersebut. Routing Protocol dibagi menjadi 2 bagian utama yaitu EGP dan IGP, dalam membuat jaringan internal (jaringan yang masih dibawah kendali kita (Autonomous System)) kita menggunakan protocol Interior Gateway Protocol, dalam IGP tersebut ada beberapa protocol lagi yang dapat dikelompokkan berdasarkan cara kerjanya. Yaitu Distance Vector dan Link State, sifat dari Distance Vector adalah saat satu jaringan down, maka pemberitahuan tidak bisa langsung diberitahukan (ada jeda waktu yang lama). Sedangkan Sifat dari Link State adalah saat satu jaringan down, maka pemberitahuan tentang jaringan yang down tersebut langsung di beritahukan (Trigger Update). Dan salah satu protocol yang termasuk dalam protocol link state adalah OSPF

C. Persiapan Software dan Hardware

  • Seperangkat Komputer PC / Laptop
  • Aplikasi GNS3


D. Maksud dan Tujuan

    Kegiatan ini bermaksud untuk melatih kita melakukan konfigurasi routing dinamis OSPF pada sistem operasi IOS dan dapat menganalisis bagaimana cara kerja dari OSPF ini. Untuk tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menghubungkan antar jaringan yang berbeda network menggunakan routing protocol OSPF.

E. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

1. Hidupkan komputer anda dan bukalah aplikasi GNS3 

2. Untuk praktik routing ospf single area kali ini, saya akan menggunakan 4 router dan 2 PC. Pertama kita tambahkan routernya terlebih dahulu dengan mengklik pada icon router --> pilih jenis routernya --> drag and drop router untuk menambahkannya.
3. Tambahkan 2 PC virtual yang sudah tersedia pada GNS3 yang nantinya kita gunakan untuk uji koneksi. Untuk menambahkan Virtual PC, klik pada icon PC --> pilih jenis VPCS --> Drag and drop VPCS tersebut ke lembar kerja kita.

4. Hubungkan perangkat-perangkat yang sudah kita tambahkan dengan Cable yang sudah tersedia. klik pada icon Cable, kemudian hubungkan antar perangkat yang ada dengan cable tersebut.


5. Buatlah topologi, perencanaan pemberian IP, dan pemakaian interfacenya seperti  dibawah ini.



6. Untuk memudahkan cara menghidupkan perangkat-perangkat anda, blok semua perangkat anda --> kemudian klik pada tombol "Start" untuk menghidupkannya.
 


7. Selanjutnya untuk melakukan pengaturannya, kita harus membukanya dengan consolenya. untuk membuka console, klik kanan pada perangkat anda --> kemudian pilih "Custome console".


7.Pada bagian "Choose a predefined command" saya atur dengan Mate Terminal, dikarenakan saya menggunakan Linux Mint 18 "Sarah" Mate. Kemudian klik "OK" untuk menerapkannya.


8. Selanjutnya akan muncul jendela pengaturan dari perangkat-perangkat kita dengan bentuk terminal.


9. Untuk konfigurasinya, langkah pertama yang kita lakukan adalah melakukan konfigurasi IP pada setiap perangkat sesuai dengan topologi yang telah kita buat. Berikut adalah konfigurasinya untuk setiap perangkatnya


#############Pengaturan Pada PC1###############

PC1> ip 192.168.11.2/24 192.168.11.1

############Pengaturan Pada Router1##############
R1# conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
R1(config)#int lo0
R1(config-if)#ip addr 1.1.1.1 255.255.255.255
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ex
R1(config)#
R1(config)#int fa0/1
R1(config-if)#ip addr 192.168.11.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ex
R1(config)#
R1(config)#int fa0/0
R1(config-if)#ip addr 192.168.1.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ex

############Pengaturan Pada Router2##############
R2#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
R2(config)#int lo0
R2(config-if)#ip addr 2.2.2.2 255.255.255.255
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#ex
R2(config)#
R2(config)#int fa0/0
R2(config-if)#ip addr 192.168.1.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#ex
R2(config)#
R2(config)#int fa0/1
R2(config-if)#ip addr 192.168.2.1 255.255.255.0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#ex

############Pengaturan Pada Router3##############
R3#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
R3(config)#int lo0
R3(config-if)#ip addr 3.3.3.3 255.255.255.255
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#ex
R3(config)#
R3(config)#int fa0/1
R3(config-if)#ip addr 192.168.2.2 255.255.255.0
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#ex
R3(config)#
R3(config)#int fa0/0
R3(config-if)#ip addr 192.168.3.1 255.255.255.0
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#ex


############Pengaturan Pada Router4##############
R4#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
R4(config)#int lo0
R4(config-if)#ip addr 4.4.4.4 255.255.255.255
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ex
R4(config)#
R4(config)#int fa0/0
R4(config-if)#ip addr 192.168.3.2 255.255.255.0
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ex
R4(config)#
R4(config)#int fa0/1
R4(config-if)#ip addr 192.168.12.1 255.255.255.0
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ex


#############Pengaturan Pada PC2###############
PC2> ip 192.168.12.2/24 192.168.12.1

10. Setelah semua konfigurasi IP pada tiap perangkat telah selesai dan dirasa sudah benar, barulah selanjutnya kita melakukan routing OSPF untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang berbeda tersebut. Untuk routingnya, kita harus mengkonfigurasikannya pada tiap-tiap router. Berikut ini adalah konfigurasinya :

#############Routing Pada Router1###############
R1(config-if)#ex
R1(config)#router ospf 10
R1(config-router)#network 1.1.1.1 0.0.0.0 area 0
R1(config-router)#network 192.168.11.0 0.0.0.255 area 0
R1(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0


#############Routing Pada Router2###############
R2(config-if)#ex
R2(config)#router ospf 10
R2(config-router)#network 2.2.2.2 0.0.0.0 area 0
R2(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
R2(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0


#############Routing Pada Router3###############
R3(config-if)#ex
R3(config)#router ospf 10
R3(config-router)#network 3.3.3.3 0.0.0.0 area 0
R3(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0
R3(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 0

#############Routing Pada Router4############### 
R4(config-if)#ex
R4(config)#router ospf 10
R4(config-router)#network 4.4.4.4 0.0.0.0 area 0
R4(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 0
R4(config-router)#network 192.168.12.0 0.0.0.255 area 0


11. Untuk melihat daftar ip-ip router yang terkoneksi ke router kita, kita dapat mengeceknya dengan mengetikkan perintah "show ip ospf database" pada Privilege mode



12. Sedangkan untuk melihat rute dari routing kita, kita dapat melihatnya dengan mengetikkan perintah "show ip route" pada Privilege mode. Jika terdapat Huruf "O" didepan routingnya, itu berarti routing dari protocol OSPF.


13. Untuk menguji koneksi antar jaringan berbeda sudah terkoneksi atau belum, kita coba lakukan ping dari PC1 ke PC2 dan PC2 ke PC1. Jika ping berhasil, maka konfigurasi routing OSPF ini telah berhasil.
Ping dari PC1 ke PC2


Ping dari PC2 ke PC1



F. Referensi
http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=154
Ebook : MODUL CISCO IDN.pdf

Sekian dari saya.

Wassalam'ualaikum wr wb.

Categories

hapus. Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

Popular Posts